You are currently not logged into ManagerLeague
If you wish to log in, click here.
If you wish to sign up and join us, click here.
Wyvern™
Catatan Harian Wyvern Dragon - Season 92 (03/09/2012 11:30)

Round 1 :

Hehe akhirnya ngeblog lagi setelah sekian lama hanya melihat-lihat Manager League. Aktif di forum pun rasanya sudah jarang. Paling hanya sesekali mampir (tepatnya membaca doang) ke forum departement klo nganggur. Kalau forum Indonesia rasanya yang ada cuma thread "WARUNG KOPI" doang mulai beberapa musim terakhir, dan rasanya malas harus baca satu thread yg isinya sebenarnya chatting doang =,='' #merindukansosoknewbietanyatanyadiforum. Ok, back to topic post ini saya buat hanya sebagai catatan harian yang akan saya baca sewaktu-waktu untuk bernostalgia, ada apa di musim 92, dan semoga bisa berlanjut di musim-musim selanjutnya. Kalau ada yang iseng-iseng ikutan baca ya monggo, kalau yang baca teman sedepartement malah mungkin ente bisa memata-matai tim saya, heuheuheu..

Okeh, langsung ke persiapan Wyvern Dragon di awal musim. Di awal musim setelah mendapatkan rookie baru, total pemain Wyvern menjadi 30. Hadeh, kelebihan 1 pemain dari target saya per musim (29 pemain). Kenapa harus 29 ? Bukankah semakin banyak pemain semakin kecil pula gain yang didapat tiap pemain ? Ya, tapi justru itu yang ingin saya buktikan dari awal bermain di ML. Dari awal bermain di sini saya melihat adanya peluang dari tim yang ber-Q kecil tetapi bisa berprestasi di div 1 negaranya maupun di turnament luar negeri. Dan saya berusaha mencapai itu. Penghancur tim dengan pemain berkualitas tinggi ! Di musim 88 saat Wyvern promosi ke div 1 untuk kedua kalinya, mimpi itu mulai terwujud ketika Wyvern yang mempunyai Q terendah dari awal sampai akhir musim (85-87), berhasil finish di posisi 13 dengan selisih poin yang cukup kecil dengan papan tengah, itupun seharusnya bisa lebih tinggi jika saja beberapa pemain inti tidak mengalami cedera dan akumulasi kartu menjelang akhir musim.

Kok bisa tim dengan kualitas terkecil ngalahin tim di atasnya ? Hehe, ya bisa dong. Pada dasarnya ML ini sama seperti di real, yaitu adanya pemain berbakat. Asalkan ada pemain-pemain berbakat di tim ente, maka walaupun top eleven Q ente kecil tapi tidak usah berkecil hati, karena top eleven Q yang kecil pun bisa berprestasi. Malah ada kelebihannya, ente mengeluarkan gaji yang kecil untuk mereka dengan kualitas yang maksimal. Jika ente merasa pemainnya sering berkontribusi tinggi di timnya, terutama jika sudah di divisi 3 ke atas, maka ente harus mempertahankan pemain tersebut, terutama jika pemain tersebut berada di posisi midfielder. Why ? Itu adalah playmaker tim ente. Hanya dengan adanya pemain legendaris tersebut dan disokong beberapa pemain yang di atas rata-rata itu sudah cukup untuk membuat tim ente berkuasa di departement masing-masing (kecuali div 1). Ada beberapa pemain yang saya ingat tapi sekarang mungkin sudah pensiun, mereka ini pemain legendaris yang selalu bermain bagus seperti Francesco Totti walaupun teman-teman mereka mungkin bermain di bawah form, sebut saja Priyadi Rumaseb (Wyvern Dragon), Loudry Astaman (Naga Burileng), dan Bobby Manaf (FC Hellbourne). Ada juga pemain Systematic Chaos tp saya lupa namanya. Yang saya hafal itu cuma pemain nama tim yang top eleven Q nya menengah ke bawah, klo yang Q kelas atas saya tidak menghafalkan, karena selain mungkin mereka pemain berbakat, mungkin juga mereka bermain bagus karena disokong teman-teman yang bagus juga. Coba kalau mereka bermain di tim yang biasa-biasa saja, apakah kemampuan mereka masih bagus ? Heuheuheu..

Hokinya lagi, pemain-pemain muda dari akademi Wyvern hampir semuanya berbakat. Mungkin itu juga yang menyebabkan Wyvern cukup sukses. Tetapi musim kemarin nampaknya strategi untuk menjadi High Q Slayer harus diperbaharui lagi. Sebabnya simulator yang baru nampaknya menyebabkan faktor Q berperan lebih dominan, tetapi saya tidak parah arang. Walaupun musim lalu harus merelakan tim saya menjadi ajang bulan-bulanan, tetapi di samping itu saya mempelajari apakah yang harus saya perbaiki di dept 2/4 nanti. Sayang sih emang, padahal musim kemarin itu seharusnya bisa sedikit berprestasi atau minimal bertahan jika saja simulatornya tidak mengalami perubahan.

Back to diary awal musim, nah karena total pemain ada 30 maka saya berpikiran untuk menjual salah satu pemain dengan cara meletakkan 4 pemain dalam posisi on transfer dan pemain pertama yang dibid adalah pemain yang harus angkat kaki. Cukup berat untuk menentukan pemain mana yang harus dijual emang. Akhirnya saya tentukan 2 orang pemain tua dan 2 orang pemain muda yang rasa saya tidak akan bisa mendapatkan posisi inti dalam waktu dekat. Jreng, akhirnya Naoyuki Nakano yang terjual. Sebenarnya pemain ini adalah salah satu bibit unggul. Sayangnya karena memang saya tidak maniak dalam friendly waktu kompetisi berjalan (lebih tepatnya tidak ada waktu), lebih baik pemain ini saya relakan bermain di tim lain saja.
 

Waktunya penentuan skuad inti musim ini. Targetnya sih ga promosi musim ini, karena mau penyesuaian simulator baru dulu dan juga menyelesaikan masalah agar bisa konsisten di div 1. Beberapa friendlies pun dilalui, dan sepertinya sudah ada gambaran siapa saja yang akan menempati posisi inti musim ini. Sialnya di 2 friendly terakhir, 2 dari 3 kiper yang ada mengalami cidera parah. Untungnya masih ada satu kiper yang berada kondisi fit, yaitu sang kiper kedua, Endou Mamoru.

Lawan di round 1 kali ini adalah TAM SURABAYA. Jujur ga ada pandangan tentang bagaimana kekuatannya. Hampir semua penghuni dept 2/4 ini muka-muka baru sebelum saya tinggal di musim 86, paling hanya FC Sriwijaya, Systematic Chaos, Rajawali Mufc, dan Ramadhan FC yang kemampuannya bisa saya perkirakan.

Bagaimana hasil melawan TAM SURABAYA ?

To be continued..........

Read the full entry
Wyvern Dragon's History (11/05/2011 13:19)

<Sementara dalam versi singkat>

 

Season 67 :

Musim ini adalah musim pertama saya bermain game ini. Di musim awal ini saya langsung mengingat satu lawan tangguh bernama MDN FC. Tim ini sangat superior di departemen saya saat itu, 4/5  Liga Indonesia, di mana tim tersebut tidak pernah kalah sekalipun sampai akhir musim. Waktu saya berada di departemen tersebut, liga hampir memasuki putaran kedua (saya lupa persisnya, tp sekitar 15-20 laga sisa), di mana saya harus berhadapan dengan MDN FC sebanyak 2x. Di pertemuan pertama saya hanya kalah tipis, tetapi di pertemuan kedua tim saya kalah telak 0-4 dan hingga kini rekor tersebut masih terukir di team details saya. Tanpa bermaksud meremehkan manager lainnya saat itu, saya mempunyai target awal di game ini, yaitu mengalahkan MDN FC suatu saat nanti. 

Awal musim ini berakhir dengan cukup lumayan, naik 4 posisi dari posisi awal saya tiba, dari posisi 10 naik menjadi posisi 6. Saat itu saya hanya memaksimalkan skuad saya dengan Best Eleven hanya Q68, di mana tim lain di departemen saya memiliki Q70 ke atas.

Di musim ini juga saya mengajak teman sekota saya bermain game ini, tim dia bernama FC Hellbourne. Bertanding beberapa kali dalam friendly, ternyata tim saya belum mampu mengimbanginya. Tapi tidak apa, di musim pertama ini memang saya manfaatkan untuk belajar dan mempelajari Manager League secara lebih mendalam. Perlahan tapi pasti, di akhir musim tim saya sudah berhasil mencuri beberapa kemenangan saat pertandingan persahabatan.

Pencapaian paling hebat di musim ini justru terjadi ketika akan terjadi pergantian musim, di mana pada End Season Cup Q68, tim saya berhasil mencapai Round 7, atau setara dengan perempat final (total tim 1024).

Season 68 :

Coming soon. 

Season 69

Coming soon. 

Season 70 :

Coming soon.   

Season 71 :

Coming soon.   

Season 72 :

Coming soon.   

Season 73 : 

Coming soon. 

Season 74 :

Musim pertama saya di divisi 2/1. Saat itu agak keder juga melihat tim-tim yang bercokol di sini. Tim-tim elite dan juga beberapa mantan divisi 1 berkumpul di sini, seperti Tampan FC, ZHAMBEE, Padang FC, HolySaint, Ponorogo FC, dll. Di samping itu juga terdapat teman-teman rookie saya, seperti Naga Burileng, Kuyagaya FC, dan Persiju Sijunjung yang terkenal hebat, terutama Naga Burileng. Melihat tim-tim dengan Q80 ke atas semua (kecuali saya, Naga Burileng, dan Kuyagaya FC), saya berpikir, bagaimana cara untuk bisa mengimbangi mereka karena setidaknya saya ingin mencapai posisi 6 besar. Mungkin ini suatu target yang terlalu "wah" karena Q awal tim saya saat berada di sini hanyalah Q79,00. 

Akhirnya saya pun memutuskan untuk menambah amunisi di dua posisi penting, kiper dan bek, karena di posisi tersebut saat itu belum ada pemain saya yang mencapai Q80. Tetapi, mengingat kas keuangan tim saya yang selalu pas-pas an setiap musimnya, saya pun memilih sponsor dulu untuk menambah dana, karena tidak mungkin dengan dana hanya sekitar 8m pada awal musim, saya membeli 2 pemain dengan Q80 ke atas, walaupun itu hanyalah pemain tua. 

Sempat terpikir oleh saya untuk memilih Imageware, sponsor kesukaan saya, tetapi karena saya sadar bahwa masih newbie di departemen ini (apalagi pernah gagal mendapatkan bonus karena di season 72 kalah di laga terakhir dan hanya finish di posisi 2), akhirnya yang paling reaslistis adalah memilih Euro Eleven, dengan target saya adalah mencapai posisi 3 besar di akhir musim. Dengan uang muka 6m dari Euro Eleven, total uang saya saat itu bertambah menjadi 14m.  Target saya naikkan menjadi 3 besar karena pembelian 2 pemain ini nanti saya perkirakan sudah cukup untuk menambah kekuatan tim saya, karena saya sendirilah yang akan menyeleksi 2 pemain yang akan direkrut nantinya.

Scouting saya lakukan dengan melihat track record pemain satu persatu dan juga tim tempat pemain tersebut berada, serta beberapa faktor lainnya. Akhirnya setelah menyeleksi setelah beberapa hari, pilihan saya jatuhkan kepada Braulio Saveedra dan Eeli Valkonen. 

Liga pun akhirnya mulai bergulir. Di beberapa ronde awal, walaupun kedua pemain baru tersebut belum menunjukkan permainan terbaiknya karena belum padu dengan anggota tim lainnya, tetapi secara mengejutkan tim ini konsisten berada di posisi 5 besar, bahkan lebih sering di 3 besar. Tetapi, di pertengahan laga ada sebuah kesalahan besar yang saya lakukan, yaitu memasang skuad cadangan saat menghadapi Inter d Narto. Hasilnya memang lumayan, hanya kalah 1-2, tetapi cukup mempengaruhi posisi klasemen karena kehilangan 3 poin. Tapi tak apa, semua itu ada hikmahnya, dan saya rasakan itu nanti di akhir musim. Kekalahan pertama yang terjadi di musim ini (dengan pemain inti), terjadi ketika melawan Tampan FC. Bermain di Naga Angker, ternyata tim saya dipecundangi 1-3. Saat itu pun saya langsung mengetahui bahwa Tampan FC akan menjadi tim best recovery di putaran kedua nanti, karena di putaran pertama, tim tersebut agak terseok-seok, bahkan sempat menghuni zona playoff degradasi. 

Dugaan saya benar, bahkan tidak hanya Tampan FC saja yang mulai bangkit, tetapi juga Padang FC, Ponorogo FC, HolySaint, dan tim-tim elite lain mulai menunjukkan taringnya di putaran kedua ini. Persaingan departemen ini pun semakin ketat, karena ini memang departemen neraka, tidak seperti departemen lainnya di divisi 2 yang perbedaan kuaitasnya agak berat sebelah, di departemen ini kekuatan sangat berimbang. Untungnya, walaupun di putaran kedua ini mulai sering menderita kekalahan, tetapi masih stabil di posisi 4 besar. Tim saya, IE 06 UNJA, dan ZHAMBEE yang sejak akhir putaran pertama bersaing di 3 besar mulai naik turun posisi. Tampan FC yang di awal putaran kedua berada di posisi 10 (kalau tidak salah), secara konsisten menambah jumlah kemenangannya.

Akhirnya tiba juga saat tim saya bertandang ke kandang Tampan FC. Bermodalkan semangat revans, saya tidak silau dengan runtutan kemenangan Tampan FC saat itu. Tim saya pun berhasil membalas kekalahan di kandang sendiri dengan skor 2-1, yang saya ingat salah satu golnya dicetak oleh Andreas Rosalim.

Di pertandingan terakhir, tim saya yang mempunyai poin sama dengan Tampan FC, tetapi memiliki perbedaan agregat gol yang cukup banyak, dengan sadar diri hanya bermain sekuatnya di pertandingan terakhir melawan Padang FC. Karena di pertandingan terakhir Tampan FC melawan QUENS ANGEL sudah saya ketahui bahwa Tampan FC akan memenangi pertandingan, karena di laga sebelumnya QUENS ANGEL bermain kurang semangat dan kalah 0-3 melawan Naga Burileng.

Kelelahan setelah memenangkan KCL S74, membuat laga terakhir tim saya menjadi rekor kekalahan terbesar musim ini. Tim saya digulung 0-4 oleh Padang FC. Di saat yang lain Tampan FC juga berhasil meraih poin penuh dengan kemenangan cukup telak.

Posisi klasemen akhir pun menempatkan Tampan FC di posisi pertama dengan poin 59, diikuti Padang FC di posisi kedua dan tim saya di posisi ketiga dengan raihan poin sama 56. Tetapi entah mengapa saya cukup senang karena tidak jadi promosi di divisi 1, karena memang rasa merasa belum cukup umur untuk berada di sana. Pada playoff pertama pun akhirnya dibantai lagi 0-4 oleh ZHAMBEE, dan berakhir pula pertandingan saya di liga musim ini.

Season 75

Departemen neraka ini kembali menghadirkan pendatang-pendatang baru yang cukup merepotkan, sebut saja PSGM Ketapang, Semen Padang 1910, TATHAGATHA, Celection FC, Arsenal2010, dan Jagobola FC. Di antara tim-tim tersebut, tim pertama yang ingin saya kalahkan adalah Jagobola FC, mengingat dulu di season 72, tim tersebut berhasil men-"double" tim saya.

Sepertinya musim ini akan kembali menjadikan departemen ini menjadi departemen terketat di divisi 2. Musim lalu, jarak posisi 1-7 hanya terpaut 7 poin saja. Target musim ini pun belum saya tentukan karena kekuatan tim di departemen ini yang sangat merata. Mungkin setelah beberapa pertandingan baru akan saya putuskan.

Walaupun merasakan kekalahan di laga perdana di kandang sendiri oleh IE UNJA 06, tetapi di delapan laga setelahnya tim ini belum terkalahkan. Sayangnya di akhir pekan ini dihadapkan kepada dua pilihan sulit, karena akan mengikuti dua cup (INDONESIA CUP dan Kaskus Round 1)  di mana di kedua cup tersebut berpotensi untuk meraih paling tidak runner up.  Saya putuskan untuk lebih fokus di INDONESIA CUP, karena di KCL musim kemarin sudah pernah menjadi juara. Walaupun begitu saya tetap menyimpan asa untuk lolos ke putaran final KCL.

Di INDONESIA CUP kami berhasil meraih posisi runner up, walaupun sebenarnya hasil ini cukup mengecewakan, mengingat sudah unggul terlebih dahulu sebelum akhirnya disamakan sampai akhirnya berakhir di babak pinalti. Di babak pinalti pun sebenarnya sudah start dengan bagus hingga unggul 5-3, namun hasil berkata lain. 5-6. Di cup ini yang paling berkesan adalah saat mengalahkan Semarang FC dengan tembakan bebas Alexander Ilyin di menit-menit awal. Kalah tidak salah gol ke-3 melalui tendangan bebas sepanjang tim saya bermain. Tetapi untung juga bolanya masuk, kalau tidak biasanya tendangan bebas Alexander Ilyin mengakibatkan kiper lawan cidera, atau setidaknya mengurangi fit cukup banyak.

Kini fokus saya beralih ke KR1. Saya yakin masih ada peluang 50% untuk lolos ke KCL kalau mendapatkan WO di babak pertama, karena fit pemain yang tersisa hanya cukup untuk menghadapi satu lawan tangguh saja, mengingat di INDONESIA CUP sudah mencapai babak akhir yang tentunya mengakibatkan kelelahan pada pemain. Sayang sekali, dewi fortuna kembali tidak berpihak ke kami. Walaupun menang 3-2 atas Sriwijaya FC di babak pertama, akhirnya kalah 2-1 oleh Star Museum FC di babak kedua. Padahal itu sudah memaksakan Braulio Saveedra, sang kiper andalan yang sudah under fit, yang sedang dipersiapkan untuk menghadapai capolista Divisi 2/1, ZHAMBEE, besok pagi untuk tampil. Berhasilkan mission impossible untuk mengalahkan ZHAMBEE yang sedang on fire musim ini dilakukan ?

Discontinued..

Read the full entry
About Wyvern Dragon (10/05/2011 03:59)

 

Manager : FairDe

 

Visi :

Menciptakan sebuah tim dengan rata-rata Q pemain terkecil tetapi berkualitas tinggi.

 

Misi :

1. Memaksimalkan produk dari akademi muda sendiri.

2. Membuat tim dengan jumlah pemain yang cukup besar sehingga persaingan menjadi pemain inti sangat ketat.

3. Memberi kesempatan bermain kepada pemain yang menunjukkan kemampuan dalam pertandingan persahabatan.

 

League (Indonesia) :

  - Runner Up of Departement 4/5 Season 68 

- Champion of Departement 4/5 Season 69

- Runner Up of Departement 3/2 Season 71

- Runner Up of Departement 3/2 Season 72

- Champion of Departement 3/2 Season 73

- 3rd of Departement 2/1 Season 74

- Champion of Departement 2/1 Season 81

- Runner Up of Departement 2/4 Season 84

- Runner Up of Departement 2/4 Season 85

- Champion of Departement 2/4 Season 87

 - 3rd of Departement 2/1 Season 89

- Champion of Departement 2/1 Season 87

 

 

Player Cup (Indonesia) :

- Runner Up of Piala Divisi 3 Season 72 (Lost vs Sukadana fc, 0-1)

- Runner Up of Kaskus Champion League Season 73 (Lost vs Balokan United fc, 0-1)

- Runner Up of Piala Divisi 2 Season 74 (Lost vs ZHAMBEE, 0-2)

- Champion of Kaskus Champion League Season 74 (Won vs PSGM Ketapang, 1-0)

  - Runner Up of Piala Divisi 2 Season 78 (Lost vs CLS Knight Surabaya, 0-3) 

 - Runner Up of Kaskus Champion League Season 82 (Lost vs FC Sriwijaya, 2-3) 

 

 

End of Season Cup :

- Quarter Final Q.70 Season 67
 

Read the full entry